Pedagang SIM Card Batal Demo

Demo pertama menuntut pencabutan aturan registrasi SIM Card dilakukan pada Senin  tanggal 2 April 2018. Dilanjutkan dengan demo yang lebih besar lagi ada tanggal 8 s.d 9 Mei 2018, bertempat di depan Istana Negara, Jakarta, .

Sebelumnya pedangang SIM Card yang diwakili oleh Kesatuan Niaga Celuller Indonesia (KNCI) telah melakukan dialog dengan pihak Kemkominfo sejak Juli 2017 hingga 2 April 2018. Hanya saja tak mencapai hasil apapun.

Pada aksi kedua dilakukan dua hari berturut-turut, pertama dilakukan hari Selasa (8/5) dengan hanya satu orang berdiri di depan istana. Kemudian, keesokannya di hari Rabu (9/5).

KNCI akan menurunkan massa kurang lebih 10 ribu orang perwakilan dari Banda Aceh, Batam, Pekanbaru, Padang, Medan, Lampung, Bandung, Cianjur, Garut, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Solo, Semarang, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Jabodetabek.

Demo dilakukan untuk mendesak agar Presiden RI turun tangan menemui mereka, atau negosiasinya dengan Wapres RI, negosiasi minimal adalah dengan Kepala Staf Presiden, Bapak Moeldoko. Di luar pihak Istana tersebut maka demo akan terlus dilakukan.

Perjuangan pedagang SIM Card akhirnya membuahkan hasil. pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018, bertempat di ruang Aspirasi, Gedung Kementerian Sekretaris Negara Sayap Timur Lantai II, Kesatuan Niaga Seluler Indonesia (KNCI) berhasil meraih kesepakatan dengan pemerintah.

Isi kesepakatan tersebut berarti bahwa outlet bisa mendaftarkan nomor tanpa batasan. Kesepakatan lain yang dicapai adalah outlet wajib membuat laporan nomor-nomor yang diregistrasikan kepada operator.

Dengan kata lain operator wajib memberikan lisensi kepada outlet untuk implementasi kesepakatan ini yang dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama.

Kesatuan Niaga Celuller Indonesia membatalkan Rencana demo yang lebih masiv dan lebih besar lagi serta meminta dan menginstruksikan agar semua pedagang SIM card mematuhi keputusan tersebut, demi keberlangsungan kesepakatan, demo atau aksi yang telah direncanakan dibatalkan walau dalam bentuk apapun juga.

Selanjutnya, semua pedagang, outlet, menyatukan visi untuk menjaga industri seluler ini bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat sembari menunggu realisasi aturan yang baru disepakati bersama.

pintuniaga

Mengupas dengan tajam untuk membangun perubahan.